Lapo Sekolah?

 

Menyatakan tidak mengikuti Ujian Nasional paket C pada tanggal 04-07 April 2020. Adapun alasan secara pribadi, saya merasa tidak perlu tanda kelulusan dari Negara untuk menguji kualitas pendidikan yang saya dapat dari sekolah. Alasan lainnya adalah esensi pendidikan terletak pada penerapan nilai-nilai di kehidupan sosial, bukan terletak pada tanda kelulusan berupa Ijazah.”

Kutipan di atas adalah pernyataan yang ditanda tangani oleh Raissa Kanaya, Siswa SMA Eksperimental SALAM, Yogyakarta.

Banyak yang terhenyak ketika Pak Toto Rahardjo, pendiri SMA Eksperimental SALAM, mengunggah pernyataan Raissa tersebut di laman Facebooknya.

Perihal pendapat mengenai tidak diperlukannya Ujian Nasional (UN) dalam hidup sudah banyak yang menyuarakannya, berharap untuk dihapuskan saja di sistem pendidikan Indonesia. Akan tetapi belum tentu mereka mempunyai modal kekuatan batin untuk berani menghapus UN dalam hidupnya, Raissa berani saat usianya masih 18 tahun.

UN itu perlu atau tidak, bisa diperdebatkan dan diskusikan hingga berjilid-jilid dengan muara kesimpulan yang tak jauh beda dengan asalnya, yakni akan ada pihak yang setuju UN serta golongan yang menolak UN. Namun rasanya hampir semua sepakat bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang luas dan merdeka pikirannya serta hatinya tertanam nilai-nilai luhur kehidupan.

Lantas muncul pertanyaan menggelitik, berapa sekolah dan juga orang tua yang telah menyekolahkan putra putrinya selama 12 tahun lantas bisa membentuk anak yang memiliki kemerdekaan berpikir dan berani mengatakan “saya merasa tidak perlu tanda kelulusan dari Negara untuk menguji kualitas pendidikan yang saya dapat dari sekolah”?

Berapa institusi pendidikan yang mampu menanamkan sebuah filosofi hidup yang begitu dalam hingga memunculkan remaja yang tegas mengutarakan bahwa “esensi pendidikan terletak pada penerapan nilai-nilai di kehidupan sosial, bukan terletak pada tanda kelulusan berupa Ijazah”?

Raissa mengantarkan kita untuk menelisik kembali ke dalam diri kita masing-masing, apa sebenarnya yang menjadi tujuan kita berada di bangku sekolah dan ruang-ruang kuliah. Lapo Sekolah?

Maiyah ReLegi akan memberikan kesempatan kepada kita semua untuk membahas lebih banyak serta bediskusi lebih dalam mengenai dunia pendidikan ini. Monggo ikut melingkar di Maiyah ReLegi edisi ke-82 yang akan digelar pada Selasa, 10 Maret 2020 pukul 19:30 WIB di Halaman Depan Gedung Sport Center Kampus UIN Maulana Malik, Malang.

Scan QR Code di bawah ini untuk mengetahui lokasi