Prolog ReLegi Edisi ke-80: Pawang

Secara sederhana, pawang bisa diartikan sebagai seseorang yang mempunyai suatu keahlian yang istimewa dan khusus, karena pemberian dari Tuhan ia bisa mengendalikan suatu hal. Di masyarakat kita mengenal banyak jenis pawang, mulai dari pawang ular hingga pawang hujan.

Pawang diidentikkan dengan kemampuan mengendalikan atau mempengaruhi, tetapi tidak dengan menguasai. Pawang punya kelengkapan pengetahuan tentang apa yang akan dipengaruhinya. Pawang ular adalah dia yang telah jangkep pemahamannya mengenai hewan melata tersebut. Begitu juga dengan pawang hujan, pawang laut dan lain sebagainya.

Mbah Nun pada suatu kesempatan pernah menuturkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW juga seorang pawang, beliau pawang manusia. “Siapapun yang mendekat pada Muhammad SAW, dia tiba-tiba saja secara sadar atau tidak menjadi baik,” ujar Mbah Nun. Seperti mendapat sebuah sentuhan magis.

Lantas bagaimana dengan kondisi jaman saat ini, siapakah yang punya kemampuan menjadi pawang manusia? Seseorang yang bisa memberikan pengaruh kepada orang lain, bisa mengendalikan langkah dan sikap orang lain.

Cukup menarik untuk kita diskusikan bersama perihal pawang di jaman yang makin materialistik. Benarkah pa-wang (Wang dalam Bahasa Melayu artinya uang) yang kini mempunyai kendali atas manusia?

Monggo sinau bareng mengenai hal tersebut di Maiyah ReLegi edisi ke-80 yang akan diselenggarakan pada Selasa, 31 Desember 2019 di Coban Kali Lanang.