Ritme Berulang

 

sumber: http://catatan-akhwat.blogspot.com

Gong bergaung menanda awal nasib dipanggul selaksa pemanggil hujan
Tertib bergeser awan-awan patuh yang bersinggungan biar ringkih menanggung beban,
Yang gagal jinak terejawantah kalang kabut yang memburai,
Yang gagah berani mengucur memukul atap-atap persinggahan para pengecut yang bersembunyi takut hanyut dan larut

Ahh… Dahaga tak pernah berganti
Sebab ia enggan melucuti topeng kulit yang setia ia bawa mati

Puasa lah hai Pencari….
Hari Kemenangan itu bukan sehari, bukan di sini
Berdamailah dengan mimpi, rindu dan memori, sebab ialah saksi yang mengantar melampaui jurang2 ambisi
Yang menganga di bawahnya api,
siap menjilat kaki yang bergantung pada pijak yang keliru dititi

Ritme berulang
Gong bergaung menanda kembali nasib dipanggul selaksa pecundang yang berpulang
Berapa kali harus gagal lagi?
Bukan rahasia, bahwa masa hanya berpihak pada mereka yang mau belajar dan memahami

Ritme berulang
Biar…..
Aku kemasi
dan pergi
membawa mimpi

Malang, 31 Juli 2018
16.41
-aL Lazuardi-