Mauku Mau-Nya

Pertanyaan besar untuk manusia yang terus menerus diupayakan menjawabnya adalah: “Tuhan menakdirkan kita jadi apa?

Upaya manusia mencari jawaban atas pertanyaan tersebut lantas muncul beraneka ragam kegiatan. Pendidikan di sekolah, kursus, pelatihan dan lain sebagainya. Semua yang dilakukan itu salah satu tujuannya adalah menyiapkan, menjemput atau mungkin bisa dikatakan  membentuk nasibnya di kemudian hari.

Tidak sedikit pula manusia mencari jawaban atas takdirnya ke hal-hal yang sifatnya “abstrak”. Mulai dari yang sangat modern hingga pada kearifat-kearifan leluhur. Era modern menawarkan beberapa cara untuk menganalisis potensi seseorang, misalnya melalui tes-tes dan alat ukur psikologi untuk mengungkap minat, bakat, kecerdasan, hingga kepribadian. Bahkan ada juga yang melakukan analisis melalui sidik jari (finger print). Sementara kearifan leluhur juga cukup banyak yang berkaitan dengan menerawang masa depan, misalnya saja primbon, nujum, zodiak, dan lain sebagainya.

Perjalanan mencari jawaban itu secara bersamaan pula muncul keinginan diri. Hati mulai terbentuk kemauan, ada kecenderungan terhadap sesuatu, muncul cita-cita.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengenai bagiamana meningkatkan kewaspadaan terhadap kemauan diri tersebut. “Apakah mauku ini sama dengan mau-Nya?

Mari kita diskusikan bersama itu semua di Maiyah ReLegi edisi ke-77 yang akan diselenggarakan pada Selasa, 17 September 2019 mulai pukul 20:00 WIB di Kedai PASS, Jalan Cengger Ayam No: 42 Malang.

Catatan: Jamaah yang hadir disarankan untuk membawa alat tulis.