Cara Menemukan Segitiga Cinta

Segitiga Cinta adalah salah satu ilmu dasar di masyarakat Maiyah. Menghadapi apapun saja  dapat ditarik pada teori segitiga cinta ini. Dalam segitiga cinta, penting sekali bagi kita sebagai seorang hamba untuk sadar, menyadari posisi kita sebagai makhluk, sebagai hamba.

Dalam pemahaman saya pribadi, segitiga cinta tentu saja adalah hubungan Gusti Allah – Kanjeng Nabi – saya/kita. Lebih dalam lagi, saya merasakan adanya hubungan yang sangat erat antara Syahadat, Sholawat, dan Istighfar. Kita sebagai makhluk tentu berposisi di wilayah istighfar. Gusti Allah dan Kanjeng Nabi berposisi di Syahadat dan Sholawat. Maksud saya berposisi bukan menitik beratkan pada letak dimananya, tapi lebih kepada konteks spiritual.

Melalui pengalaman saya, segitiga cinta adalah jalan/thoriqoh saya dalam mendekatkan diri, mencintai Gusti Allah dan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Istighfar, sadar dan menyadari bahwa sebagai makhluk ciptaan Gusti Allah tentulah kita memiliki banyak kesalahan yang telah diperbuat. Dengan Istighfar, kita memohon maaf dan ampunan dari Gusti Allah atas semua kesalahan kita. Dengan Istighfar, Gusti Allah memaafkan dan membersihkan diri kita jasmani dan rohani dari hal-hal yang tidak baik.

Dalam praktek yang saya lakukan, wirid yang biasanya saya lakukan sehari-hari adalah bersyahadat, lalu bersholawat (sholawat apa saja yang kita bisa/hafal) lalu istighfar, Astaghfirullah hal adziim, innahu kana ghoffaro. Ini hanya sekedar berbagi pengalaman saja. Cara anda menemukan segitiga cinta boleh, sangat boleh berbeda dengan saya. Anda harus menemukan sendiri cara yang otentik, yang anda banget.

Bagi saya, mengeksplore thoriqoh segitiga cinta, adalah mengeksplore ke dalam diri saya sendiri. Mengolah hati, mengolah pikiran, tutur kata, dan perbuatan. Banyak-banyak melihat ke dalam diri untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Eling lan waspada.

Orang yang selalu memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Gusti Allah dan Kanjeng Nabi, tidak perlu khawatir dengan keadaan di luar dirinya. Segala yang terjadi di luar dirinya tidak akan berpengaruh padanya karena ada bimbingan dan perlindungan dari Gusti Allah SWT. Orang tersebut akan selalu paham dengan keadaan yang terjadi di luar dirinya.

Untuk saat ini, kiranya ini yang bisa saya bagi kepada anda semua. Insya Allah di tulisan yang akan datang akan saya bagi lagi pembahasan segitiga cinta. Karena membahas segitiga cinta saja, sebulan belum tentu selesai.