Zonasi Segitiga Cinta

Segitiga Cinta adalah salah satu ilmu dasar di masyarakat Maiyah. Menghadapi apapun saja  dapat ditarik pada teori segitiga cinta ini. Allah berada di sudut puncak sudut sementara di sudut kiri dan kanan bawah adalah Rasulullah dan kita sebagai hamba.

Segala persoalan pribadi diri kita, komunitas, bangsa, dan lain sebagainya adalah bulatan-bulatan yang zonanya berada di dalam segitiga cinta tersebut. Hubungan cinta segi tiga menjadi jalan keluar atas segala kebuntuan pada problem pribadi, keluarga, komunitas, negara dan bahkan persoalan besar dunia.

Kesadaran mengenai di mana seharusnya meletakkan bulatan ini juga mengajari kita semua tentang tata nilai. Bulatan harus di dalam, bukan di luar segitiga.

Lingkaran di dalam segitiga mengajari tentang hakikat persoalan kita semua ini adalah sesuatu yang kecil dibandingkan dengan segitiga cinta Allah, Rasulullah, dan hamba. Lingkaran dalam segitiga juga memberikan kesadaran bahwa ada zona yang tidak bisa dijangkau oleh ilmu bulatan.

Sementara itu, ketika meletakkan bulatan berada di luar segitiga, maka itu bisa diterjemahkan sebagai bentuk kejumawaan kita terhadap Tuhan dan Rasulullah. Jika bulatan lebih besar dari segitiga, seolah-olah ada zona yang tak bisa terjangkau oleh bidang cinta segitiga Allah, Rasulullah, dan Hamba.

Mari sama-sama belajar menumbuhkan kesadaran mengenai zonasi bulatan dan segitiga cinta ini. Terus menerus waspada dan sadar bahwa segala sesuatu tidak lebih besar dibandingkan percintaan Allah, Rasulullah, dan hamba.

Kesadaran dan kewaspaan ini nantinya diharapkan bisa membuat kita tidak lebay pada yang tak genting, serta tidak abai pada yang penting.

Tentu akan banyak lagi hal yang bisa diekplorasi lagi mengenai “zonasi segitiga cinta” ini. Oleh sebab itu, sila hadiri diskusi rutin Maiyah Relegi edisi ke-75 yang akan dilaksanakan pada Selasa (9/7/2019) Pukul 19.30, Lokasi di Kedai Pass, Jl. Cengger Ayam No. 42 Malang.